Sex Bergambar Mahasiswi Cantik

cerita mesumCerita Panas – Saya kuliah di salah satu akademi besar negara di kota Bandung, serta saya sangat bahagia nangkring di warung Indomie depan kampus. Cerita panas dimulai pada hari dikala saya lagi nangkring, temanku Erick tiba ke warung itu, so saya langsung menyapanya serta nyatanya Erick tidak seseorang diri, terdapat sebagian sahabat wanitanya di luar lagi menunggunya.

Yang kutahu sahabat perempuan tersebut bernama Siska( pacar Erick), serta salah satu antara lain sangat kukenal, namanya Caroline, soalnya ia( Caroline red) kerap main ke kost- ku( Caroline kerap menemani Siska jika main ke tempat Erick). Erick kebetulan satu kost denganku. Erick ke warung Indomie itu cuma ingin mencariku sebab kunci kamarnya di titipkan kepadaku jadi kuberikan kuncinya, tidak ketahui mengapa Erick balik ke kost hanya berduaan dengan siska pacarnya, sebaliknya Caroline menunggu di warung itu bersamaku.

Dikala kusadari kalau Caroline lagi sendirian, hingga kupanggil ia masuk ke dalam warung, maklum saat ini masa hujan serta angin malam rasanya dingin sekali. Anehnya Caroline bagi saja dikala kuajak masuk ke dalam, kayaknya ia lagi kesel di tinggal oleh Siska serta Erick. Sebab saya lagi makan Indomie, jadi hanya basa- basi kutawari ia, serta ia tidak menolak tawaranku, kesimpulannya kita makan Indomie semangkok berdua. Untung saja saya terencana memesan Indomie yang dimensi dobel jadi tidak sangat nyesel kutawari ia soalnya waktu itu saya dalam kondisi lapar sekali serta lagi pingin makan Indomie.

Saya tidak ketahui karena musababnya, kulihat Caroline sangat kesel nungguin Erick serta Siska. Didorong oleh rasa penasaran, saya bertanya pada Caroline,“ Kok elo tidak di ajak sih ama Siska serta Erick, kan tadi perasaan elo bertiga dari kampus, tetapi saat ini elo kok ditinggalin? emangnya mengapa Lin?”

Caroline menjawabnya sembari menggerutu,“ Ya gitulah kalo udah tidak ketemu seminggu, biasalah sang Erick tentu memohon jatah…”

Saya juga ketawa ngakak,“ Lah emang wajib gitu Lin, kalo sang Erick balik ke jakarta?”

“ Iyalah, kan namanya pula cinta”, bisik Caroline menimpali.

Kupandang wajah Carorile yang duduk di depanku sambil ngobrol, dan bagian yang sering kuperhatikan dari wajahnya ialah bibirnya yang sensual dan super tipis. Tiba-tiba my little jacky langsung bangun dan berdiri seolah-olah ingin menikmati kuluman bibir Caroline yang sensual dan super tipis kemerahan, cuma kupikir itu hanya khayalanku saja. Akhirnya aku berusaha menenangkan Caroline dengan berbagai macam cara, tahulah aku pekerjaan yang paling membosankan ialah menunggu.

Sesaat kemudian, Caroline sudah bisa tenang dan dia sudah berada di dadaku tetapi tanpa kusengaja ketika aku menghembuskan nafasku ternyata kena ke telinga Caroline, tiba-tiba Caroline langsung tegang dan seakan-akan menahan beban yang berat, sambil menegangkan kaki dan menarik kepalaku supaya bisa dicium, cuma karena di tempat ramai, aku mengelak padahal aku sudah kepingin, karena penasaran ingin menciumnya dan my little jacky juga sudah berdiri, akhirnya otak mesumku keluar semua dari kepala. Caroline kuajak ke kost dengan alasan nyusul ke tempat Erick dan Caroline menanggapi ajakanku dengan antusias.

Ketika sudah sampai di kost-ku, aku bilang ke Caroline, gimana untuk sementara Caroline menunggu di kamarku dulu sembari aku melihat keadaan kamar Erick, apakah aman untuk diganggu atau tidak. Kuberikan kunci kamarku pada Caroline dan Caroline hanya menunggu di kamarku saja.

Pada saat aku mau melihat kamar Erick, kembali otak mesumku bekerja, dan kesempatan itu kugunakan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dari ujung rambut sampai ke ujung kaki dan tidak ketinggalan si jacky juga kubersihkan hingga mengkilat. Akhirnya aku balik lagi ke kamar dengan alasan sepertinya Erick dan Siska tidak bisa diganggu, jadi gimana kalau kita tunggu saja di kamar nggak usah keluar, kita nonton film atau main play station? Caroline hanya bisa mengangguk.

Karena aku tahu Caroline gampang sekali dirangsang, aku berusaha mendekatinya lagi dan menghembuskan nafasku ke telinganya, dan memang benar Caroline mengerang seperti orang yang sedang mengangkat barbel 100 kg, disitu aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, bibirnya yang super tipis dan sensual merona sudah menunggu pagutan bibirku, kulumat habis bibirnya, tanganku juga bergerilya seperti jenderal Sudirman bergerilya di hutan-hutan. Pelan namun pasti kubuka tali BH-ya dan kancing bajunya, Caroline masih mengerang berkelonjoton saat lehernya kuhisap dan sekarang aku sudah mulai mengisap payudaranya yang indah menawan.

Nafsuku sudah tidak dapat kukendalikan lagi, akhirnya kubuka celanaku dan celana dalamku, dan kuarahkan si jacky ke dalam mulut Caroline. Gila… ternyata Caroline seorang yang liar dalam bercinta, tanpa menungguku dia sudah langsung mengulum batang kemaluanku dengan ganasnya. Sekarang gantian aku yang di buat berkelojotan olehnya.

“Oohhh… aaagghhh… Linnn… lagiii… enaaakkk banget Linn… teruuus..” erangku saat merasakan nikmatnya hisapan Caroline di batang kemaluanku. Betapa nikmatnya dikala batang kemaluanku masuk ke dalam mulutnya dan ditarik keluar lagi. Hangat lidah Caroline sampai ke ubun-ubunku. Kucoba mengimbangi permainannya. Aku berganti posisi menjadi 69, aku di bawah dia di atas.

Gila… bulu kemaluannya yang hitam dan halus pertanda bahwa bulu kemaluannya itu tumbuh secara alami tanpa di gunting ataupun dicukur. Aku bisa mencium bau yang semerbak khas Caroline dari liang kewanitaannya yang sudah basah, dan yang ada tambah kujilati bibir kemaluannya yang berwarna merah jambu tersebut dengan rakusnya. Terlihat Caroline nampak semakin berkelonjotan, dan dia berkata dengan setengah tertahan, “Ndre.. masukin dong.. udah nggak tahan nih… cepet atuh Ndre..” Tanpa menunggu lagi aku langsung berganti posisi dengan menggunakan doggy style.

“Pletak… pletok..” pantat Caroline beradu dengan badanku. Caroline semakin teriak tak karuan dan akhirnya Caroline berkata, “Ndree.. aku udah mau keluar nih, gimana dong?” Mendengar seperti itu aku cuma bilang, “Sabar Linn.. kita keluarin sama-sama, aku juga udah mau keluar..” Tenagaku kukeluarkan semuanya, iramaku tambah cepat, dan akhirnya aku keluar. “Ayo Lin keluarin.. aku sudah keluar nihhh…” Spontan Caroline kejang dan tangannya menahan tanganku sambil berteriak manja, “Aaakkhhh… Ndre aku juga keluarrr.. akkhhh… ogghhh… argghhh… nikmatnya…” Akhirnya aku dan Caroline sama-sama terkulai lemas di tempat tidurku tapi tanpa sepengetahuanku kepala Caroline sudah ada di depan kejantananku, ingin menjilat lagi kemaluanku. “Auhhh… aaagghhh..” nikmatnya Caroline.

Setelah batang kemaluanku dijilat bersih, Caroline berkata kepadaku, “Andre makasih ya atas kehangatannya… kan malam ini dinging banget, belum lagi angin Setia Budi sering buat orang sakit..”
Akhirnya kupeluk Caroline dengan erat, dan kami tidur bersama tanpa mau tahu apakah Erick dan Siska akan mencari Caroline.

Related posts